Cars 2

Posted in 3D, Animasi, Disney, Mobil, Movie, Resensi on 19 Juli 2011 by bluefilem

Pixar, setelah sebelumnya selalu membuat karya orisinil kecuali Toy Story 2 di tahun 1999, kali ini sepertinya mereka tidak kuat juga menahan hasrat untuk ikutan membuat sekuel seperti yang tengah melanda Hollywood pada umumnya belakangan ini. Padahal karya mereka yang non-sekuel sudah mendapat perhatian, dicintai anak dan disayang kritikus. Namun godaan keuntungan akhirnya mengalahkan mereka, Toy Story 3 pun muncul di tahun 2010 sebagai raja box office sekaligus menjadi penutup seri tentang mainan ini.

Lantas apa yang membuat mereka, khususnya John Lasetter bersikeras melanjutkan salah satu karya mereka berjudul Cars yang oleh kritikus dijatuhi rating paling rendah itu?

Padahal Cars yang pertama, box office-nya pun buruk. Apakah ini langkah untuk memperbaiki nasib? Ah, mungkin hanya Tuhan dan Pixar yang tau. :)

Cars 2 kini lebih menitikberatkan kepada tokoh mobil rongsokan bergigi tongos bernama Mater, sebenarnya dialah bintang utama film Cars 2 ini. Tentang keterlibatannya “tanpa sengaja”lebih jauh mengenai dunia mafia, konspirasi tingkat tinggi dan intrik intelejen. Itu terjadi karena McQueen kali ini sedang mengikuti kejuaraan tingkat dunia lomba balap mobil, layaknya turnament balap Grand Prix atau Formula 1, McQueen melanglang buana ke berbagai negara. Mulai dari Jepang, Italia hingga Inggris dan bertemu dengan Ratu Inggris.

Seperti film spy a la James Bond namun bernuansa Spy Kids () bercampur Speed Racer (2008), bahkan Lasetter sampai lupa fokus balapan diawal kisahnya!

Terasa berat? Bagi orang dewasa, tidak juga. Buat keponakan anda? Harus ada edukasi lebih lanjut dari para orang tua yang menemani anak-anak meraka saat menonton film ini, itu yang lebih penting mengingat filmnya yang sedikit berbau propaganda. Merunut pada kisah-kisah karya Pixar sebelumnya, mungkin terlihat normal. Rata-rata mereka membuat film yang sebenarnya bertema dewasa, tonton kembali Up (2009), WALL-E (2008), hingga Finding Nemo (2003). Maka mungkin anda mengerti apa yang saya maksud. Baca selebihnya »

Winnie The Pooh

Posted in 2D, Animasi, Disney, Movie, Resensi on 18 Juli 2011 by bluefilem

Disney makin hari semakin kembali ke kampung halamannya, tempat dimana kastil megah mereka berdiri yang dihuni oleh ratusan karakter rekaan yang kini usianya hingga ada yang sudah lebih dari lima puluh tahun. Seven Dwarf, Mickey Mouse, Donal Duck, Little Mermaid, Lion King, Bambi dan lain sebagainya. Ya, era dua dimensi seperti yang sekarang tetap ditekuni oleh sahabat John Lasetter dari Jepang bernama Hayao Mizayaki, kreator Studio Ghibli yang terkenal dengan karya mereka di kancah Oscar berjudul Spirited Away (2001) itu. Sebagai penyegaran, selain sebagai orang penting di tubuh Disney. John Lasetter juga adalah pendiri Pixar Animation Studio, perusahaan animasi yang telah mencetak Finding Nemo (2003), Toy Story 3 (2010), Ratatouille (2007) dan sembilan film layar lebar lainnya.

Proyek yang kini Disney angkat adalah Winnie The Pooh rekaan novelis Inggris bernama AA Milne pada tahun 1926. Ya, ini adalah film bioskop, bukan serial televisi atau sejenisnya. Film layar lebar pertama sejak puluhan tahun ini disutradarai oleh Stephen J. Anderson dan Don Hall, sutradara Meet The Robinson (2007) dan bukan dibuat secara animasi modern terlebih menggunakan teknologi 3D, melainkan teknik animasi tradisional.

Meski berdurasi “hanya” satu jam lebih sedikit, nyatanya film ini naskahnya disusun oleh tujuh orang penulis yakni Stephen J. Anderson, Clio Chiang, Don Dougherty, Don Hall, Brian Kesinger, Nicole Mitchell, dan Jeremy Spears. Mengisahkan tentang Winnie The Pooh di Hundred Acre Wood saat hendak mencari madu namun kebetulan ingin membantu temannya, Eeyore (diisisuarakan oleh Bud Luckey) yang kehilangan ekornnya. Bersama teman-temannya yang lain seperti Owls, Piglet, Kanga, Tiger, Roo dan Christopher Robin mereka berusaha mencari solusi.

Kelebihan film ini yang membuatnya terasa hangat adalah tingkah polah karakternya yang lembut, begitu pula cara bertutur kisahnya yang selalu diiringi narator dari John Cleese karena memang diceritakan dari sebuah buku. Tak lupa, seperti adat istiadat semua film Disney klasik, film ini juga dipenuhi oleh lagu dan tari-tarian musikal. Kali ini dipegang oleh Zooey Deschanel dan pasangan Robert Lopez dengan Kristen Anderson-Lopez. Sayangnya, lagu dari Keane yang berjudul “Somewhere Only We Know” seperti yang terdengar di trailer filmnya nggak masuk album OST Winnie The Pooh. :( Baca selebihnya »

Harry Potter And The Deathly Hallows Part II

Posted in Movie, Resensi, Sihir on 17 Juli 2011 by bluefilem

Harry Potter, patut saya akui sebagai fenomena dalam dunia sinema, meski dia terlebih dahulu menggema lewat media novel karena ini adalah adaptasi. From novel-to-movie. Dan telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa di muka Bumi.

Namun, rasanya fenomenanya dalam medium pita seluloida 35mm juga tak kunjung surut. Fenomena tentang kisah penyihir yang selalu toyor-toyoran tongkat jika ingin membuat sesuatu atau bisa digunakan sebagai senjata, fenomena tentang film fantasy yang memperlihatkan transformasi wajah pemainnya dari yang sebelumnya imut-imut hingga dewasa (cek Emma Watson disalah satu adegan) mengingat serial ini telah melampaui lebih dari satu dekade, fenomena tentang ternyata jenis olah raga bernama Quiddict selalu dihadirkan dalam film-filmnya, dan fenomena betapa Voldemort memiliki jiwa yang banyak yang harus dimusnahkan jika ingin film ini berakhir dengan happy ending serta Snape yang ternyata ingin melindungi Harry Potter.

Sayangnya saya bukanlah bagian dari anggota fanatisme serial franchise yang telah membukukan pundi uang untuk peredaran di US sebesar 2,1 milliar dollar dari total 7 film (kecuali Harry Potter 7.2) sejak Sorcerer’s Stone (2001) hingga Deathly Hallows bagian pertama (2010) itu. “It all ends” seperti yang kini menghiasi poster-posternya, setelah lebih dari satu dekade, ini adalah yang terkahir. Jadi tidak akan ada lagi film Harry Potter kecuali J.K Rowling si penulis novelnya melanjutkan misi mencari 7 bola naga untuk membangkitkan Dumbledore. :) Hasilnya tentu saja menggemparkan!

Hitung-hitungan perolehan, tercatat Harry Potter 7.2 (biar lebih ringkas) telah sukses meraih posisi teratas pemasukan di hari pertama atau “single day” sebanyak 92 juta dollar, mengungguli Twilight Saga: New Moon (2009) yang sebelumnya bertengger disitu. Harry Potter 7.2 juga meraih perolehan “weekend” tertinggi yakni 168 juta dollar dan menggeser The Dark Knight (2008) yang mengumpulkan 158 juta dollar dalam tiga hari pertama pemutaran (15-17 juli 2011). Terhitung normal mungkin, mengingat fans fanatiknya bahkan rela berkemah diluar bioskop demi mendapatkan tiket pertama. Ah, fenomena baru setelah fanboy Star Wars yang melakukan hal yang sama bertahun-tahun yang lalu.

Merunut kisah dari bagian pertama, Deathly Hallows part 2 masih menceritakan lebih lanjut pencarian Horcrux supaya film ini lebih cepat selesai, uniknya beberapa Horcrux atau benda yang berisi jiwa Voldemort terakhir yang harus dimusnahkan ternyata berada tidak jauh dari tempat dimana Harry berada, bahkan lebih dekat lagi, yakni Harry sendiri. Namun sebelum itu terlaksana, Voldemort beserta ratusan anak buah plus ratusan tongkat juga tentunya layaknya epic ketiga Lord Of The Ring (Return Of The King-2003) sudah bersiap-siap menggrebek Hogwart guna membunuh Harry, dan ya. Harry tak perlu dicari, karena dia akan mendatangi sendiri sang Lord Voldemort ini, disebuah hutan. Sebuah keputusan untuk mengurangi jatuhnya korban yang lebih banyak lagi. Baca selebihnya »

Transformers: Dark Of The Moon 3D

Posted in Movie, Resensi, Robots, UFO on 17 Juli 2011 by bluefilem

Saat kali pertama Transformers mengudara di tahun 2007 silam dengan perolehan uang sebesar $ 320 juta untuk wilayah Amerika saja, Michael Bay kembali membuat hiburan beroktan tinggi seperti style-nya yang selalu melekat disetiap karyanya, meledakkan sesuatu hingga berkeping-keping, kamera bergerak cepat, helicopter di senja hari, car case, plus sedikit sentuhan slow motion. Kali ini dia dititipi tanggung jawab untuk mempertemukan monster besi antara klan Autobots pimpinan Optimus prime dan klan Decepticon yang dinahkodai Megatron, tentu bukan untuk bermusyawarah untuk mufakat.

Disambut meriah oleh banyak penonton terutama remaja, Bay pun melanjutkan estafet lewat film Transformers: Revenge of the Fallen ditahun 2009 yang lalu dicerca habis-habisan oleh sebagain besar kritikus bahkan oleh pemainnya sendiri “Kami berusaha membesarkannya, itu yang terjadi pada sekuel dan akhirnya malah terlalu besar. filmnya tak bermakna, hubungan antar karakternya malah jadi kendor. Hanya tentang kelompok robot yang saling baku hantam” ucap Shia LaBeauf, pemeran karakter Sam Witwicky. Tapi Transformers: Revenge of the Fallen menghasilkan $ 402 juta! atau yang terlaris hingga hari ini.

Michael Bay lantas tidak menebus dosanya, dia malah memperluas cakupan pertempurannya dengan menutup seri ini dengan pertempuran gila baik horizontal maupun vertikal “Akan ada adegan laga yang keren di film ini, juga konspirasi yang menarik. Akan lebih serius, aku menghilangkan komedi konyolnya. Kami memang mempunyai 2 karakter kecil, tapi tidak akan konyol, kujamin.” Teriak Bay semangat, begitu pula dengan Shia yang menaikkan taruhannya dengan mengatakan “Saat menyaksikan film kedua, aku kurang sreg dengan apa yang kita kerjakan, tak ada jiwanya. Maka kali ini akan lebih banyak kematian, mereka memang mengincar manusia. Ini akan menjadi film action terheboh! Jika tidak, artinya kami gagal.” Sayangnya, kalimat terkahir menjadi kenyataan. Baca selebihnya »

The Dark Knight Rises “Teaser Poster” #1

Posted in Movie, Preview, Superhero, The Dark Knight Rises on 17 Juli 2011 by bluefilem

Awesome!

Tidak berlebihan kiranya saya menyanjung poster diatas, Film The Dark Knight Rises akhirnya merilis teaser poster pertamanya dan yang ini saya yakin adalah versi resmi dari Warner Bross. Alias bukan buatan fanboys. :)

Menampilkan beberapa gedung di kota fiktif-muram bernama Gotham yang runtuh, apakah ini ulah main villainBane” yang diperankan oleh Tom Hardy? Entahlah, yang jelas bisa ditebak dari tone yang dianut, poster beserta bangunannya langsung mengingatkan saya terhadap film Inception (2010) khususnya bagian dunia yang Christopher Nolan sebut “Limbo” itu. Atau itu adalah sinyal awal penampilan Bat-wing? Akan terlalu banyak spekulasi yang beredar.

The Dark Knight Rises akan dirilis 20 Juli 2012 dan selain pemain pendahulunya yang nanti akan comeback, film trilogy pertama arahan sineas mind-blowing pencetak Memento juga dimeriahkan oleh Anne Hathaway yang akan memerankan si kucing garongCatwoman“, Joseph Gordon-Levitt sebagai “John Blake” dan rumor yang menyebutkan Liam Neeson (Ra’s Al Ghul-Batman Begins, 2005).

Paul

Posted in Movie, Resensi, UFO on 17 Juli 2011 by bluefilem

Paul, adalah nama seekor anjing milik Tara kecil, diperankan oleh Mia Stallard (Blythe Danner memerankan Tara dewasa) yang dihantam meteorit di Woorcroft, Wyoming pada tahun 1942. Bukan, film ini bukan tentang seekor anjing yang berubah menjadi monster lantas memiliki kekuatan super seperti yang dialami Susan Murphy (Reese Witherspoon) dalam film Monsters vs Aliens (2009).

Ah, lagian si Ginormica juga bukan seekor anjing kok. :)

Penonton atau yang lebih spesifik disebut freak atau sejenis moviegoers mungkin saja berasumsi demikian, setidaknya budaya imajinatif tersebut juga diamini oleh sepasang kutu buku, Graeme Willy (Simon Pegg) & sahabatnya si Clive Gollings (Nick frost) pencipta komik (atau novel?) tentang makhluk hijau yang mempunyai tiga buah payudara. Ya, mereka adalah fanboy yang datang dari United Kingdom untuk melakukan tur yang dimulai dari tempat berkumpulnya para pencinta komik termasuk film yang diangkat dari komik beserta film-film yang berhaluan imajinatif lainnya, Star Wars (1977-2005) dan Lord of the Ring (2001-2003) contohnya, apalagi kalau bukan Comic-con.

Perjalanan keduanya di Amerika bukan hanya Comic-Con, seperti road movie gila-gilaan lainnya, mereka akan melintasi wilayah ekstrem, liar nan seru & Paul mengajak kita berburu lokasi berbau fiksi ilmiah. Yupz, Area 51!

Akan ada beberapa karakter lain yang hadir meramaikan film Paul selain dua pemain utamanya, ada duo bar lover, Adam Shadowchild, bapak-anak kristen tulen, Agent Zoil dengan dua anak buahnya yang ceroboh, dan one of theBig Guy” yang kegencet kaki pesawat diujung kisah. (Spoiler? Yes, absolutely!)

Pertanyaan pertama; Siapakah Brett Michael Jones itu?

Pertanyaan kedua; Apakah sebagian adegan dalam film ini mengingatkan anda pada film pendek buatan Pixar Animation Studio berjudul Lifted tahun rilis 2006 itu? Kalau ya, saya hendak mencampurnya dengan film Superman Returns (2006), tentu dalam versi yang agak vulgar, seperti E.T: The Extra-Terrestrial (1982) dan MIB (1997) yang bertemu dengan Superbad (2007).

Baca selebihnya »

Hello Blue

Posted in Uncategorized on 17 Juli 2011 by bluefilem

Hello Blue, ya. Selamat datang di Blog Blue Filem, blog remeh tentang film dari seorang yang mengaku penikmat film. Sayangnya, pemilik blog ini bukanlah kritikus andal, bukan pula penulis prefesional. So, enjoy aja yuk :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.